MULTI MEDIA PEMBELAJARAN
Oleh : M. Kholid, M.Pd *)
A. Definisi Multimedia Pembelajaran
Definisi media menurut AECT (Association for Educational Communications and Technology) dalam Miarso (2004: 457) adalah segala bentuk saluran untuk proses transmisi informasi. Sedangkan menurut NEA (National Education Association) dalam Miarso (2004 : 457) media adalah segala benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut.
Definisi lain diungkapkan oleh Gagne dalam Sadiman, dkk (1996:6) media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar. Briggs dalam Sadiman, dkk (1996:6) menyatakan media adalah segala alat fisik yang dapat menyajika pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Berdasarkan definisi di atas media adalah segala benda yang dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, dan dapat menyampaikan pesan pembelajaran sehingga siswa terangsang untuk belajar.
Sedangkan definisi multimedia menurut Miarso (2004: 464) adalah berbagai bahan belajar yang membentuk satu unit yang terpadu, dan dikombinasikan atau “dipaketkan” dalam bentuk modul dan disebut sebagai “kit”, yang digunakan untuk belajar mandiri atau berkelompok tanpa harus didampingi oleh guru. Sedangkan menurut Heinich, dkk (2005:141):
The generis multimedia refers to any combination of two or more media formats that integrated to form an informational or instructional program. Multimedia systems may consist of tradicional media in combination or they may in corporate the computer as a dispaly device for text, pictures, graphic, sound, and video.
Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi.
Berdasarkan definisi di atas multimedia adalah gabungan dari dua media atau lebih yang terdiri atas teks, grafis, gambar, foto, audio, video dalam satu kesatuan yang dapat dipergunakan siswa belajar mandiri atau berkelompok tanpa harus didampingi oleh guru.
Sedangkan definisi pembelajaran menurut Miarso (2004:545) adalah:Suatu usaha yang disengaja, bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan yang relatif menetap pada diri orang lain. Usaha ini dilakukan oleh seseorang atau tim yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam merancang dan mengembangkan sumber belajar yang diperlukan.
Definisi lain dikemukakan oleh Ariasdi (2008):
Pembelajaran adalah proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa.
Berdasarkan definisi multimedia dan pembelajaran di atas, pengertian multimedia pembelajaran adalah penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa untuk belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi.
B. Klasifikasi Multimedia
Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif. Menurut Ariasdi (2008) Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
Penggunaan multimedia dalam pembelajaran dapat memberikan manfaat yang besar bagi guru dan siswa. Hal ini diungkapkan oleh Ariasdi (2008):
Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa. Manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Ariasdi. 2008. Panduan Pengembangan Multimedia Pembelajaran. http://ariasdimultimedia.wordpress.com/2008/02/12/panduan-pengembangan-multimedia-pembelajaran/. Accessed on 15 June 2008
Arsyad, Azhar. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Heinich, Robert., James D. Russell, Michael Molenda., and E Sharon Smaldino. 2005. Instructional Technology and Media for Learning. New Jersey, Columbus, Ohio: Pearson Merrill Prentice Hall. Upper Saddle River.
Miarso, Yusuf Hadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana, Prenda Media.
Sadiman, A.S., Rahardjo, Anung Haryono, dan Raharjito. 2006. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
17 Juni 2009
14 Juni 2009
Guru dan Dunia Maya
Bagaimana Guru Menyikapi Perkembangan Dunia Maya
Oleh : M. Kholid, M.Pd. *)
Memasuki abad ke-21, dunia pendidikan dihadapkan pada fenomena perkembangan teknologi yang serba canggih, perubahan pola pikir dari pembelajaran yang klasikal yang menempatkan guru sebagai sumber ilmu (teacher center) kepada pembelajaran yang menempatkan guru sebagai salah satu sumber belajar sejajar dengan sumber belajar lainnya. Kelebihaanya guru dapat berinterksi selaku partner belajar, motivator, pembimbing, evaluator,dan lainnya.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, memberikan kepada siswa kesempatan untuk belajar dari sumber belajar selain guru terutama dari dunia maya (internet). Disana, siswa dapat belajar dengan siapa saja, belajar tentang apa saja, dan kapan saja ia mau belajar. Siswa dapat konsultasi dengan guru yang berada di makasar, di jawa, di jepang, dimana ada guru/sumber/situs yang dapat di akses oleh siswa. Konsultasi kesulitan belajar dapat melalui email, face book, bahkan dapat bertatap muka langsung (webcam). Siswa dapat belajar tentang apa saja yang ia mau, mulai dari materi pelajaran, gaya belajar, tips menguasai pelajaran, berdiskusi dengan teman lainnya, bahkan belajar apa saja yang terbesit di pikirannya. Belajar lewat dunia maya saat menurut siswa lebih mengasyikkan dibandingkan dengan tatap muka dengan guru di kelas, sehingga guru sudah seharusnya masuk ke dunia maya, dunia yang saat ini ada jutaan siswa disana. Dengan masuknya guru di dunia maya, guru hendaknya dapat memasuki dunia siswa untuk berinteraksi dengan para siswa di sana. guru akan selalu menyambut dengan senang kapan siswa mau belajar.
Bagaimana seharusnya guru menyikapi kondisi perkembangan teknologi di abad 21 ini ?
beberapa langkah yang mestinya disikapi oleh guru saat ini :
Oleh : M. Kholid, M.Pd. *)
Memasuki abad ke-21, dunia pendidikan dihadapkan pada fenomena perkembangan teknologi yang serba canggih, perubahan pola pikir dari pembelajaran yang klasikal yang menempatkan guru sebagai sumber ilmu (teacher center) kepada pembelajaran yang menempatkan guru sebagai salah satu sumber belajar sejajar dengan sumber belajar lainnya. Kelebihaanya guru dapat berinterksi selaku partner belajar, motivator, pembimbing, evaluator,dan lainnya.
Dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, memberikan kepada siswa kesempatan untuk belajar dari sumber belajar selain guru terutama dari dunia maya (internet). Disana, siswa dapat belajar dengan siapa saja, belajar tentang apa saja, dan kapan saja ia mau belajar. Siswa dapat konsultasi dengan guru yang berada di makasar, di jawa, di jepang, dimana ada guru/sumber/situs yang dapat di akses oleh siswa. Konsultasi kesulitan belajar dapat melalui email, face book, bahkan dapat bertatap muka langsung (webcam). Siswa dapat belajar tentang apa saja yang ia mau, mulai dari materi pelajaran, gaya belajar, tips menguasai pelajaran, berdiskusi dengan teman lainnya, bahkan belajar apa saja yang terbesit di pikirannya. Belajar lewat dunia maya saat menurut siswa lebih mengasyikkan dibandingkan dengan tatap muka dengan guru di kelas, sehingga guru sudah seharusnya masuk ke dunia maya, dunia yang saat ini ada jutaan siswa disana. Dengan masuknya guru di dunia maya, guru hendaknya dapat memasuki dunia siswa untuk berinteraksi dengan para siswa di sana. guru akan selalu menyambut dengan senang kapan siswa mau belajar.
Bagaimana seharusnya guru menyikapi kondisi perkembangan teknologi di abad 21 ini ?
beberapa langkah yang mestinya disikapi oleh guru saat ini :
- secepatnya beradaptasi dengan perkembangan dunia maya dengan belajar otodidak, mengikuti pelatihan, mengikuti kursus tentang bagaimana membangun media komunikasi untuk pembelajaran di dunia maya.
- Setelah mengetahui bagaimana memasuki dunia maya (internet), selanjutnya membuat e-mail, face book, web, atau blog yang akan menjadi mediator bagi kita untuk berkomunikasi dengan siswa, sesama guru, dan orang pada umumnya melalui dunia maya/
- Menjalin hubungan dengan guru, dosen dan praktisi pendidikan yang telah menerapkan pembelajaran berbasis ICT melalui e-mail, face book, web, atau blog dengan harapan mendapat bantuan untuk percepatan proses pembangunan media komunikasi di Internet.
- Bangun sebuah website atau blog untuk yang berisikan program pembelajaran untuk siswa meliputi bahan ajar, evaluasi, konsultasi belajar, forum diskusi.
- Tularkan ilmu yang telah dimiliki ke guru lain.
OLimpiade Sains Kota Metro
OLimpiade Fisika Tingkat Kota Metro
Metro, 13 Mei 2009
Pada pertengahan Mei di kota metro dan serentak di kabupaten/kota di seluruh Indonesia menggelar hajat Olimpiade Sains tingkat kabupaten/kota dengan tujuan untuk menyeleksi siswa-siswi tingkat SMA yang akan mewakili kabupaten/kota masing-masing untuk berlaga adu kepintaran di tingkat provinsi masing-masing.
Olimpiade Sains menggelar 8 bidang studi yang dilombakan:
1. Olimpiade Fisika
2. Olimpiade Matematika
3. Olimpiade Biologi
4. Olimpiade Kimia
5. Olimpiade Ekonomi
6. Olimpiade Astronomi
7. Olimpiade Kebumian
8. Olimpiade Komputer (TIK)
Olimpiade Sains yang di gelar di SMAN 1 Metro ini dilaksanakan tanggal 13 april 2009 yang diikuti oleh 214 siswa-siswi pilihan SMA Negeri dan Swasta di kota metro ini dilaksanakan dengan rangkaian acara:
1. Pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro (08.00-08.30 WIB)
2. Pelaksanaan Olimpiade ( 08.30 - 12. 00 WIB)
Hasil Pelaksanaan Olimpiade Sains di umumkan pada tangga 1 Juni 2009. Untuk bidang Studi Fisika hasilnya adalah sebagai berikut:
1. Juara I : siswa SMAN 5 Metro
2. Juara II : Siswa SMA Utama Wacana Metro
3. Juara III : Siswa SMAN 1 Metro
Siswa yang mewakili kabupaten kota selanjutnya bertanding ke tingkat provinsi. Olimpiade tingkat provinsi di gelar tanggal 08 juni 2009 di hotel Nusantara Bandar Lampung. Sampai saat ini masih menunggu hasil dari Jakarta siapa-siapa yang mewakili Lampung di olimpiade Sains tingkat Nasional yang akan di gelar pertengahan juli 2009 mendatang.
Metro, 13 Mei 2009
Pada pertengahan Mei di kota metro dan serentak di kabupaten/kota di seluruh Indonesia menggelar hajat Olimpiade Sains tingkat kabupaten/kota dengan tujuan untuk menyeleksi siswa-siswi tingkat SMA yang akan mewakili kabupaten/kota masing-masing untuk berlaga adu kepintaran di tingkat provinsi masing-masing.
Olimpiade Sains menggelar 8 bidang studi yang dilombakan:
1. Olimpiade Fisika
2. Olimpiade Matematika
3. Olimpiade Biologi
4. Olimpiade Kimia
5. Olimpiade Ekonomi
6. Olimpiade Astronomi
7. Olimpiade Kebumian
8. Olimpiade Komputer (TIK)
Olimpiade Sains yang di gelar di SMAN 1 Metro ini dilaksanakan tanggal 13 april 2009 yang diikuti oleh 214 siswa-siswi pilihan SMA Negeri dan Swasta di kota metro ini dilaksanakan dengan rangkaian acara:
1. Pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro (08.00-08.30 WIB)
2. Pelaksanaan Olimpiade ( 08.30 - 12. 00 WIB)
Hasil Pelaksanaan Olimpiade Sains di umumkan pada tangga 1 Juni 2009. Untuk bidang Studi Fisika hasilnya adalah sebagai berikut:
1. Juara I : siswa SMAN 5 Metro
2. Juara II : Siswa SMA Utama Wacana Metro
3. Juara III : Siswa SMAN 1 Metro
Siswa yang mewakili kabupaten kota selanjutnya bertanding ke tingkat provinsi. Olimpiade tingkat provinsi di gelar tanggal 08 juni 2009 di hotel Nusantara Bandar Lampung. Sampai saat ini masih menunggu hasil dari Jakarta siapa-siapa yang mewakili Lampung di olimpiade Sains tingkat Nasional yang akan di gelar pertengahan juli 2009 mendatang.
PROGRAM KERJA MGMP FISIKA TP. 2009/2010
MGMP Fisika Kota Metro untuk TP. 2009/2010 akan mengadakan beberapa kegiatan di awal semester I TP. 2009/2010. Adapun Kegiatan tersebut adalah:
1. Worshop pengembangan bahan ajar berbasis ICT
2. Workshop pengembangan evaluasi opembelajaran berbasis ICT
3. Workshop pemanfaatan laboratorium virtual
4. Eksperimen di Laboratorium
1. Worshop pengembangan bahan ajar berbasis ICT
2. Workshop pengembangan evaluasi opembelajaran berbasis ICT
3. Workshop pemanfaatan laboratorium virtual
4. Eksperimen di Laboratorium
Langganan:
Postingan (Atom)
